Kamis, 31 Maret 2011

Dreams Will Become True

Terinspirasi dari cerita usaha kuliner “keripik Makechi” yang berada di kawasan Bandung.

Keripik Singkong Makechi
Usaha ini merupakan rintisan usaha sekelompok mahasiswa di Bandung yang berbasis teknologi. Mereka memiliki ke unikan jika dipandang dari sudut marketingnya. Mengapa demikian? Karena cara mereka memasarkan dagangan mereka dengan melalui twitter dan mereka berjualan atau bertemu dengan konsumen di tempat yang telah disepakati oleh mereka. Mereka hanya berjualan di waktu-waktu tertentu saja. Jadi,mereka beberapa hari sebelumnya akan menentukan waktu dan tempat mereka berdagang, kemudian di hari yang telah ditentukan para penggemar keripik ini telah rela antri berpuluh-puluh meter demi menunggu giliran. Setiap pembeli hanya dibatasi paling banyak 2 buah keripik saja. Harga perbungkusnya berkisar Rp 8000,- . Walaupun mereka berjualan hanya di hari-hari tertentu saja, tetapi para penggemar keripik ini tetap setia akan menunggu kedatangan keripik Makechi ini.
Keunikan belum berakhir hingga disitu saja, melainkan pembuat dari keripik tersebut pun menjadi sebuah misteri. Salah satu karyawannya bercerita bahwa pembuat keripik ini adalah seorang nenek-nenek yang sudah tua yang semula menjual keripik-keripiknya dengan berjalan keliling kota Bandung. Kemudian bertemu dengan sekelompok mahasiswa tersebut, dan para mahasiswa tersebut berinisiatif untuk memasarkan keripik singkong yang awal mula berlabel camilan tingkat menengah kebawah di ubah menjadi camilan yang bertingkat eksklusif. Perubahan itu dapat di lihat dari cara pengemasannya yang dibungkus dengan indah dan cantik, kemudian cara pemasarannya yang sangat eksklusif.
Pramuniaga yang malayani para pembeli itu bukanlah orang-orang biasa, melainkan para mahasiswa yang mengenakan pakaian yang sangat rapi dan sopan,. Hal ini membuat citra dari keripik ini semakin meninggi saja. Para mahasiswa itu dibagi menjadi beberpa grup dan setiap grup itu memiliki tugas masing-masing , yaitu ada yang bertugas di mesin kasir, menerima pesanan, memberikan pesanan dan ada juga yang bertugas untuk menertibkan para customer agar tidak saling berdesak-desakan.



Impian Saya
 
Dari cerita diatas kita dapat melihat bahwa teknologi pada saat ini berkembang sangat cepat sekali. Bahkan makanan pun dapat diolah menjadi ladang penghasil uang melalui teknologi yang ada pada saat ini. Dari situlah saya berangan ketika saya telah lulus kuliah nanti, saya akan membuka usaha kuliner yang bertaraf nasional bahkan internasional. Saya akan mengenalkan sebuah produk makanan daerah yang bernama “Arem-arem”. Makanan ini adalah makanan seperti lontong yang berisi nasi yang telah dibumbui dan di campur dengan santan kental dan di dalamnya terdapat cincangan daging yang di campur dengan potongan kentang yang diberi bumbu rahasia turunan dari nenek saya yang berasal dari Jogja. 
Makanan ini terdiri dari 2 variant rasa,ada rasa spicy dan ada rasa original. Tadinya makan ini merupakan sebuah makanan khas keluarga kami,yang mana apabila bepergian selalu membawa makanan ini. Makanan ini merupakan makanan yang berkelas tradisional,tetapi saja ingin mengubah citra tradisional itu menjadi nasional ataupun internasional yang berbasiskan teknologi. Bagaimanakah caranya? Pertama saya akan membahas mengenai kemasan atau packagingnya. Awal mula berasal kemasannya berasal dari daun pisang kluthuk (selain daun tersebut maka hasil dan rasanya kurang maksimal),karena ini bertaraf internasional  jadi kami akan membungkus “Arem-arem” yang telah matang dengan alumunium foil dan di berikan label nama. Hal ini dapat memberikan kesan eksklusif pada makanan ini.
Kedua saya akan membahas mengenai Quality atau kualitas produk ini. Santan yang digunakan merupakan santan kental dan yang masih fresh dan pada saat pengukusan akan dibuat setanek atau sematang mungkin agar  “Arem-arem” ini dapat bertahan lama walaupun tidak diberi bahan pengawet. Apalagi jika dikirim keluar negeri maka cukup dengan hanya dimasukkan ke dalam box pendingin dan jika ingin di konsumsi hanya perlu dipanaskan di dalam microwave saja.
Ketiga jika dipandang dari segi marketingnya. Saya akan menjual makanan ini melalui akun jejaring sosial ataupun website. Dan hanya pada saat acara-acara tertentu saja akan membuka stan. Jadi jika ada customer yang ingin memesan maka hanya melalui dunia maya saja dan dari belahan dunia manapun kami siap mengantar . Pengantaran dapat melalui paket ekspedisi yang telah kami tentukan dan jelas terpercaya.
Keempat dari sudut ketenagakerjanya atau dari SDMnya. Pada saaat pra pembuatan atau dalam pencarian bahan baku saya akan meminta bantuan pada orang disekeliling tempat pembuatan agar masyarakat disekeliling mendapatkan keuntungan dari pembuatan produk ini. Untuk pembuatan produk hanya dapat dikerjakan oleh anggota keluarga saja. Hal ini dilakukan agar resep dan ciri dari masakan ini menjadi khas dan agar tidak dapat di bajak oleh orang lain. Kemudian pengemasan dan pemberian label di lakukan oleh masyarakat di sekeliling tempat pembuatan lagi. Tetapi tidak boleh orang sembarangan yang mengerjakan proses ini, melainkan hanya orang yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan khusus agar penampilannya dapat terlihat rapi dan menarik.
Pada pasca pembuatan atau lebih tepatnya pada hal pemasaran. Proses pembuatan desain website ataupun pada akun jejaring sosial di buat oleh teman-teman dari Politeknik Negeri Malang yang berminat dan yang benar-benar ingin ikut terjun dengan saya di dunia usaha. Proses pengiriman itu dilakukan oleh tim ekspedisi yang terpercaya dan yang cepat agar para konsumen dapat segera menikmati produk kami. Jika ada event-event tertentu yang memerlukan para pramuniaga, maka saya akan menampilkan dari para teman-teman POLINEMA yang bersedia menjaga stan. Tetapi sebelum mereka turun ke lapagan,sebelumnya harus mengikuti terlebih dahulu pelatihan mengenai cara bicara yang baik, cara berpenampilan yang baik dan cara berkomunikasi yang baik dengan para konsumen. Hal ini juga dapat menaikkan kualitas dari produk ini.
Kelima jika dipandang dari sudut pemasaran atau target pasar yang dituju adalah utamanya para konsumen tingkat menengah keatas. Sehingga citra dari makanan ini menjadi lebih eksklusif. Apalagi produk ini juga akan di pasarkan keseluruh dunia atau mendunia. Jadi makanan yang tadinya berasal dari desa akan berubah menjadi makanan internasional yang terkenal keseluruh penjuru negeri.
Dengan berpedoman pada kelima unsur diatas, maka saya yakin bahwa produk yang saya miliki akan dengan cepat mendunia dan memiliki penggemar setia yang akan selalu menanti produk ini. Dari kelima unsur di atas juga dapat di lihat bahwa saya ingin usaha ini tidak hanya bermanfaat untuk saya sendiri melainkan juga untuk masyarakat disekitar saya juga, yang mana meliputi para tetangga, keluarga dan teman- teman dari Politeknik Negeri Malang juga.

0 komentar:

Posting Komentar

Motivasi

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Powered By Blogger
milik phullow. Diberdayakan oleh Blogger.